Notification

×

Iklan

Iklan

Ketidakseriusan Pemerintah Pusat Dalam Penanganan Konflik Bersenyata Ditanah Papua Telah Mengakibatkan Jatuhnya KorbanJiwa Di Berbagai Pihak

Jumat, Maret 28, 2025 | 08:47 WIB Last Updated 2025-03-27T23:48:26Z
KETIDAKSERIUSAN PEMERINTAH PUSAT DALAM PENANGANAN KONFLIK BERSENJATA DI TANAH PAPUA TELAH MENGAKIBATKAN JATUHNYA KORBAN JIWA DI BERBAGAI PIHAK.
===============================
𝙂𝙪𝙧𝙪-𝙜𝙪𝙧𝙪 𝙆𝙤𝙣𝙩𝙧𝙖𝙠 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨 𝙆𝙚𝙨𝙚𝙝𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙍𝙖𝙬𝙖𝙣 𝙆𝙤𝙣𝙛𝙡𝙞𝙠 𝙨𝙚𝙜𝙚𝙧𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙡𝙞 𝙠𝙚 𝙆𝙤𝙩𝙖.
--------------------------------------------------------------
WAMENA, SUARALAPAGO.NEWS - 
Sebagai Pemerhati HAM, saya turut berduka cita yang mendalam atas terbunuhnya seorang Guru, yang mengabdi salah satu SD YPK di Distrik Anggruk Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Anggruk adalah kota pekabaran injil Gereja Injili di Tanah Papua daerah Yali. Kejadian pembunuhan terhadap seorang Guru adalah pristiwa yang pertama di Daerah Anggruk dan hal ini tidak bisa diterima dengan baik, karena Guru tersebut mendidik anak-anak yang berada daerah-daerah terbelakang selama kurang lebih 4 tahun dengan tujuan anak-anak menjadi pintar seperti daerah lain di Indonesia. 

Peristiwa pembunuhan 1 orang Guru, 3 Orang mengalami luka berat, dan 3 Orang mengalami luka ringan, telah dikunjungi langsung oleh bupati kabupaten Yahukimo.

Menurutnya Kejadian pembuhuhan dan melukai Guru-guru bukan sesuatu hal yang baru, di Papua, pembunuhan selalu terjadi di tanah Papua yang dilakukan oleh TPNPB, setelah mereka di duga sebagai anggota TNI atau intelijen, yang menurut TPNPB adalah mata-mata.

Kejadian Pembunuhan serupa telah terjadi di mana-mana di tanah Papua sejak terjadinya pembantaian di Kabupaten Nduga, Gunung Kabo pada tahun 2018 silam. Sejak itu, mulai terjadi di beberapa Kabupatn diantara Kabupaten . Intan Jaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Maibrat, dan beberapa tempat di daerah Konflik, di tanah Papua, terakhir terjadi di Anggruk pada tanggal 22 Maret 2025. 

Kejadian pada tanggal 22 Maret 2025, di Distrik Anggruk Kabupaaten Yahukimo, TPNPB membunuh 1 orang 3 orang mengalami luka berat dan 3 orang mengalami luka ringan, sedangkan SD YPK anggruk dan beberapa rumah Guru di bakar, atas kejadian ini, bagi masyarakat yang berada di Anggruk tidak tenang dan mereka mengalami rasa trauma. 

Saya mengharapkan kepada anggota TPNPB (Tentara pembebasan Nasional Papua Barat), untuk tidak melakukan tindakan yang sama, karena tindakan pembunuhan meresahkan warga masyarakat setempat. Sehingga mereka tidak bisa beraktifitas dengan tenang, dan merugikan anak-anak kami, sehingga mereka tidak bisa belajar dengan baik. 

Saya selalu mendengar bahwa anggota TPNPB selalu mengatakan mereka yang di bunuh atau dieksekusi adalah anggota intelijen Mata-mata atau TNI/POLRI, dan kalau di duga seperti demikian Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat wajib menyertakan dengan barang bukti, misalnya kartu anggota atau senjata yang dimilikinya.  

Apa bila tidak dapat membuktikan pembuktian yang dimaksud, maka saya sebagai Pembela HAM, dapat mengatakan bahwa mereka itu adalah masyarakat sipil, yang wajib dilindungi oleh TPNPB termasuk masyarakat orang Asli Papua. Sehingga yang bisa berhadapan adalah anggota TNI/POLRI dan TPNPB tidak berhadapan dengan maayarakat sipil. 

Sebagai Pembela HAM saya sangat prihatin dengan situasi yang terjadi di tanah Papua, pembunuhan terjadi di mana-mana di seluruh tanah Papua, terhadap masyarakat orang asli Papua warga Non Papua TNI/ POLRI, Namun Pemerintah Republik Indonesia mengangap biasa-biasa sehingga tidak serius menyelesaikan masalah Papua dengan serius. Mungkin karena mereka tidak paham dan mengerti akar penyelesaian konflik Kekerasan bersenjata di tanah Papua dengan sesungguhnya. 

Pengambil kebijakan di Jakarta selalu gagal menyampaikan informasi yang sebenarnya dan tidak mempertimbangkan dengan situasi daerah. Pemerintah pusat selalu menyampaikan stekmen yang keliru, sehingga Guru-guru dan petugas kesehatan sering mengalami kekerasan fisik hingga sampai mereka di bunuh dengan cara yang tidak manusiawi. 


Sehingga statement yang disampaikan tidak pernah memikirkan dan menganalisa dengan bijaksana terhadap Guru-guru dan petugas kesehatan yang berada di Daerah konflik, mereka hanya asal omong tidak pernah memikirkan dampak dan resiko yang akan di hadapi oleh Guru'guru dan petugas kesehatan di daerah konflik. 

Saya melihat ada dua Vidio yang sedang beredar di Whatsapp TPNPB dan di Grup-grup di Papua. Vidio yang dimakaud mendorong TPNPB, untuk melakukan tindakan brutal, Keterangan yang disampaikan bahwa TNI dan Polri akan mengambil alih sebagai tugas Guru dan kesehatan, menurut saya kalau memang ke dua Vidio tersebut sudah dimiliki TPNPB saya yakin mereka akan melakukan tindakan brutal tanpa memandang bulu.
 
Menurut Sebby Sambom Vidio-vidio ini, mendorong dan memberikan letigimasih kepada kami untuk melakukan tindakan-tindakan membunuh Guru-guru dan petugas kesehatan. Ujar Sebby Sambom ketika di hubungi melalui telpon selulernya, menurutnya pembunuhan Guru-guru di Angruk TPNPB siap bertangung jawab. Menurut Sambom.

Setelah saya ikuti, statemen Sebby Sambom (juru bicara TPNPB OPM) menyakinkan saya, bahwa tindakan yang sama bisa terulang di Kabupaten Lain di Papua. Oleh karena itu saya berharap Kepada pimpinan TNI/POLRI menyampaikan stekmen melalui Vidio harus berfikir dampaknya. 

 Apa yang akan terjadi terhadap nasib Guru-guru dan petugas kesehatan yang bertugas di lapangan? Karena guru-guru yang berada di lapangan melakukan tugas sangat beresiko, sedangkan elit di Jakarta omong tidak sesuai dengan kondisi real yang dihadapi di daerah. 

Menurut saya orang Jakarta pintar omong tetapi tidak pernah menganalisa sesuatu yang akan terjadi daerah rawan konflik, dengan demikian kira-kira siapa yang akan disalahkan dan siapa yang akan bertangung jawab?


Setelah saya ikuti dan terima laporan dari Sebby Sambon sebagai Juru Bicara TPNPB Mengatak bahwa, kejadian pembunuhan terhadap Naskes dan Guru-Guru, 6 Orang di anggurk TPNPB menyampaikan dengan terbuka bahwa akan kami bertanggung jawab.

Menurut hemat saya dan analisa saya bahwa, setelah saya mengikuti Kedua Vidio yang tersebut, saya yakin TPNPB akan bergerak melakukan tindakan brutal seperti yang terjadi di beberapa tempat. Karena vidio yang dimaksud memberikan legitimasih kepada TPNPB untuk melakukan kejahatan pembunuhan terhadap Guru-guru dan Naskes Warga non Papua. Kemungkinan bagi TPNPB akan beruba bola operasinya, tidak seperti melakukan perlawanan tetapi akan menghilangkan nyawa Guru -Guru yang bertugas di sana. 

Sebagai pembela HAM di Papua, saya berharap kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langka kongrit terhadap penyelesaian konflik bersenjata, Pelanggaran HAM dan pelanggaran Hukum di Tanah Papua. 

Saya juga sangat prihatin atas kejadian pembunuhan Guru-guru dan Naskes di Angruk Kabupaten Yahukimo 
Provinsi Papua Pegunungan, yang merupakan sebagai warga masyarakat sipil, kejadian ini juga meragukan saya, karena TNI dan POLRI mengatakan petugas kesehatan dan Guru-guru adalah anggota dari TNI dan POLRI, lalu bagimana kita mau percaya dengan stekmen TNI/POLRI dan TPNPB yang beredar di WhatsaAp. 

Sebagai pembela HAM di Papua, kami selalu masukan melalui tulisan, untuk menyelesaikan masalah konflik bersenjata di Papua, namun Pemerintah tidak seriua dan tidak mampu menyelesaikan masalah di Papua. 

Sebagai pembela HAM di Papua, saya sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Papua, untuk menarik semua Guru kontrak dan petugas kesehatan yang bertugas di daerah konflik, karena sebagai pembela ham saya sangat hawatir dengan pernyataan Juru Bicara TPNPB bahwa Guru-guru dan Petugas kesehatan di duga anggota TNI Dan POLRI dan akan di bunuh.

Sehingga peristiwa yang sama tidak terulang, saya percaya bahwa peristiwa yang sama akan terulang di mana-mana di tanah Papua. Karena pernyataan Panglima TNI yang mengatakan, Guru yang mengajar di Papua dan petugas kesehatan adalah anggota saya.
Dan menurut saya Panglima TNI memberikan legitimasi kepada TPNPB untuk melakukan pembunuhan terhadap Guru-guru dan petugas Kesehatan yang bertugas di derah konflik.

Wamena, 28/03/2025

1. Pembela HAM Papua
2. Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

   𝗧𝗵𝗲𝗼 𝗛𝗲𝘀𝗲𝗴𝗲𝗺
𝗧𝗲𝗹𝗽𝗼𝗻: 081344553374.
×
Berita Terbaru Update